Tembakau Mole | Tembakau Tanjungsari | Jual tembakau online | Tembakau Jawa Barat | Tembakau Indonesia

Tembakau Mole Aroma 74

74 Adalah Produk Unggulan Kami | Best Product For You | .

Tembakau Mole Marioboro

Marioboro Ukuran Lebih Besar Harga Bersaing | Rasa dan Aroma tetap yang utama

Tembakau Mole Aroma 73

Best Seller Kabupaten sumedang |

Senin, 12 November 2012

Tembakau Mole dan Hitam Kebanggaan Sumedang

Tembakau Mole Tanjungsari

Sertifikat Hak Paten dengan nomor registrasi ID G000000008 tertanggal 21 Januari 2011.
   Tembakau Mole Sumedang mendapat sertifikat indikasi geografis dari Pemerintah Pusat dalam rangka Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) se-Dunia ke-11, penyerahan tersebut langsung diberikan presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Bupati Sumedang Don Murdono mewakili petani tembakau Sumedang di Istana Negara, Selasa (26/04).
Menanggapi hal tersebut Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) DPC Sumedang, Ujang Rohman, menyambut baik jika tembakau Mole yang ada di sumedang mendapatkan sertifikasi, karena menurutnya jika tembakau mole tidak dihak patenkan akan riskan karena menyangkut dengan budaya.
“tanggapannya sangat baik, karena tembakau mole jika tidak dihak patenkan akan menjadi riskan untuk daerah – daerah lain karena menyangkut dengan budaya, karena mole itu menyangkut dengan sejarah nenek moyang”, ungkapnya ketika dimintai tanggapan melalui telepon pribadinya.
Hal senada dikatakan Ketua Asosiasi Pengusaha Tembakau Nasional (APTN) Sumedang, Agus Mulyana, dihubungi melalui telepon pribadinya, menurut Agus tembakau mole Sumedang mendapatkan sertifikasi HAKI,dari kajian pola tanam dan geografis, meski pengakuan itu untuk petani Sumedang namun pihaknya sebagai pengusaha gembira dengan diterimanya sertifikasi tembakau mole Sumedang.
“Kami dari APTN mendukung penuh untuk program tersebut agar tidak ada yang mencaplok, jika sudah di paten kan masyarakat akan mengetahui bahwa ini adalah produk sumedang”, ungkapnya bangga.
Saat ini petani tembakau di Sumedang telah mampu memproduksi tembakau mole 2.000 ton pertahun, bahkan Ujang Rohman menyebutkan tembakau mole di sumedang memiliki kualitas terbaik jika dibanding dengan sentra tembakau lainnya di Indonesia, di Sumedang menurutnya terdapat empat jenis bako mole yang dibedakan dari jenis warna, diantaranya putih,  merah coklat, merah tua.
Ujang menyebutkan sentra tembakau mole sumedang untuk jenis tembakau putih berada di Ujung Jaya dan Tomo, jika untuk tembakau merah Tanjungsari, pamulihan dan Rancakalong.
Hak Paten inilah yang menjadi kebanggaan dan ciri khas Tembakau Mole
Dikutip dari  http://sumedangonline.com

Manfaat Tembakau

Tembakau
     Tembakau untuk sebagian orang merupakan sumber penyakit, tapi dibalik semua itu dalam tembakau terdapat kandungan obat yang bermanfaat bagi tubuh, ini seperti zat yang terkandung dalam Alkohol ataupun barang sejenis lainnya yang dianggap merugikan kesehatan. Ini tergantung dari apa kebutuhan tubuh untuk mengkonsumsinya apakah untuk obat atau hal lain. Tanaman tembakau (Nicotianae tabacum L) termasuk genus Nicotinae, serta familia Solanaceae. Spesies-spesies yang mempunyai nilai ekonomis adalah Nicotianae Tabocum L dan Nicotianae Rustica dengan rincian sebagai berikut :
1) Nicotiana rustica L mengandung kadar nikotin yang tinggi (max n = 16 %) biasanya digunakan untuk membuat abstrak alkoloid (sebagai bahan baku obat dan isektisida), jenis ini banyak berkembang di Rusia dan India.
2) Nicotiana tabacum L mengandung kadar nikotin yang rendah (min n = 0,6 %) jenis ini umumnya digunakan sebagai bahan baku pembuatan rokok. Susunan taksonomi Nicotianae tabacum L sebagai berikut :
Famili : Solanaceae
 Subfamili : Nicotianae Untuk dapat dapat lihat detailnya lihat di Genus : Nicotiana
Subgenus : Tabacum Sebagaimana diketahui tanaman tembakau merupakan salah satu komoditi yang strategis dari jenis tanaman semusim Perkebunan. Peran tembakau bagi masyarakat cukup besar, hal ini karena aktivitas produksi dan pemasarannya melibatkan sejumlah penduduk untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan. Berbagai jenis tembakau dengan berbagai kegunaannya diusahakan di Indonesia, baik oleh rakyat maupun oleh perusahaan, secara garis besar berdasarkan iklim tembakau yang di produksi di Indonesia dapat dibagi antara lain: a) Tembakau musim kemarau/Voor-Oogst (VO), yaitu bahan untuk membuat rokok putih dan rokok kretek; b) Tembakau musim penghujan/Na- Oogst (NO), yaitu jenis tembakau yang dipakai untuk bahan dasar membuat cerutu maupun cigarillo, disamping itu juga ada jenis tembakau hisap dan kunyah. Tembakau pertama kali ditemukan di eropa, tapi untuk perkembangannya tembakau-tembakau ini di bawa ke benua amerika oleh bangsa eropa serta di budidayakan, tembakau yang termasuk tanaman Nicotiana ( Nikotin/Racun) yang mempunyai daun lebar. tapi pada zaman dulu tembakau digunakan sebagai obat penenang pada zaman perang saudara yang terjadi di amerika , dengan kepopuleran tembakau pada saat itu menjadi awal kebangkitan perekonomian masyarakat Amerik. Dalam tembakau selain dari nikotin terdapat kandungan protein yang baik dapat merangsang peredaran darah dalam tubuh, dan tembakau lokal mempunyai 2 kali lebih banyak protein di banding tembakau luar. Tembakau juga menyimpan protein anti kanker yang bisa memisahkan bakteri dan memperlambat pertumbuhan bahkan sampai menangkal pertumbuhan kanker, hasil dari penelitian para ahli juga dalam tembakau ter dapat Cytokine yang dapat merangsang sel-sel kekebalan dalam tubuh dan untuk mendapatkannya melalui proses pemurnian. Dari penelitian lebih lanjut dalam daun tembakau juga bisa dijadikan perangsang sel tunas atau sel awal pengganti sel-sel tubuh yang rusak, dapat mencegah kencing manis dan yang paling penting dalam kandungan tembaku terdapat protein griffithsin atau yang lebih di kenal sebagai protein penghambat pembentukan Virus HIV dalam tubuh.
Artikel ini diambil dari http://ditjenbun.deptan.go.id